Baca Juga
| Anggota LPI |
Dalam majalah Tempo edisi 26 Februari, terdapat sebuah karikator yang menggambarkan tentang seseorang yang tak jadi pulang. Hal tersebut membuat FPI merasa Tempo telah menyinggung seseorang yang dianggap imam besar oleh ormasnya sendiri.
Melalui komandan dari LPI, Maman Suryadi menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menduduki kantor dari majalah Tempo. Hal tersebut akan dilakukannya apabila pimpinan redaksi Majalah Tempo enggan menemui perwakilan dari peserta aksi demo untuk menjelaskan secara rinci terkait karikatur yang dibuat oleh perusahaannya.
"Kita duduki," tulis Maman saat dimintai keterangan melalui pesan singkat oleh redaksi CNN Indonesia, kemarin malam.
Saat akan menjalani aksinya, Maman mengklaim akan ada peserta yang bejumlah ribuan orang yang akan mendatangi kantor Majalah Tempo. Aksi turun ke jalan tersebut merupakan gabungan dari anggota FPI,LPI, dan organisasi masyarakat yang sejalan dengan pihaknya.
"500 sampai 1000-an jemaah," tambah Maman dalam pesannya.
Dari kubu FPI sendiri, memlalui Ketua DPD FPI Muhsin Alatas mengatakan sebelum melakukan aksi tersebut, para peserta akan bertemu dahulu di Markas FPI di daerah Petamburan, Jakarta. Setelah berkumpul, para peserta akan langsung menuju lokasi yang ditargaetkan.
"Kita juga sudah beritahu rencana aksi ke Polda (Metro Jaya)," kata Muhsin melalui sambungan telepon.
Saat hendak melakukan aksinya, Muhsin berniat akan menuntut dua hal terhadam Majalah Tempo, yakni yang pertama meminta penjelasan terkait karikatur yang dianggap mengejek Rizieq Shihab.
"Maksudnya apa itu, dengan kata-kata begitu dan disandingkan dengan perempuan. Harus bertanggung jawab menjelaskan itu," ujar Muhsin.
Gambar karikatur yang dimuat Majalah Tempo edisi 26 Februari tersebut memvisualkan seorang pria menggunakan pakaian jenis gamis serta memaki tutup berwarna putih. Pada gambar tersebut, wajahnya tak nampak, hanya terlihat bagian belakangnya saja.
Pada gambar tersebut, ia berhadapan dengan seorang wanita mengenakan pakaian berwarna merah. Dari gambar tersebut, divisualkan seakan keduanya sedang melakukan perbincangan.
"Maaf, saya tidak jadi pulang," tulisan yang ada pada orang yang berpakaian serba putih.
Pada wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah tersebut terdapat kalimat "Yang kamu lakukan itu jahat,".