Baca Juga
| Gus Ipul Bicara di Acara Apindo Jatim |
"Pasar klasik yang sudah ada di Jatim harus ditingkatkan lagi, namun pasar baru ke negara lain juga harus mulai dibuka," tandas Gus Ipul di hadapan ratusan pengusaha saat ia menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Kamis 15 Maret 2018.
Gus Ipul menilai data impor dan ekspor Jatim ke luar negeri masih sangat sedikit. Walaupun kondisi tersebut terbilang defisit, namun hal tersebut bisa ditutupi melalui perdagangan antar pulau yang bernilai surplus.
Oleh sebab itulah, Gus Ipul memiliki cara tersendiri untuk menambah nilai perdagangan antar pulau, yaitu dengan cara meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM) agar terdorong dan berfokus pada ekspor. "Pelaku IKM di Jatim saat ini mencapai 812 ribu usaha dengan tenaga kerja sebanyak 3,5 juta orang," kata Gus Ipul.
Selain itu, pemerintah juga harus tetap konsisten mendorong nilai perekonomian daerah agar para pengusaha dapat memiliki produk legal yang berpatokan pada SNI. Dengan demikian, daya saing akan menguat dan dapat berpotensi meningkatkan perdagangan antar pulau. Pada sisi lian, Gus Ipul juga menyatakan bahwa pemerintah harus bisa memberikan fungsi perwakilan dagang di 26 provinsi dan bisa menyesuaikan kebutuhan barang yang nantinya akan dikirm ke daerah Jawa Timur.
"Nantinya, kami juga akan memperluas pusat-pusat industri di Jatim. Misalnya Madura akan dijadikan pusat industri, namun dengan memperhitungkan kultur dan budaya setempat. Nanti kami juga akan berkantor di Madura untuk meningkatkan kemajuan di Madura," ujarnya.