Dibalik Kesuksesan Pendiri AQUA

Baca Juga

Di Indonesia, saat ini ada banyak sekali merek air minum dalam kemasan. Namun tanpa disadari, sebagian dari kita, terbiasa menyebutnya dengan nama Aqua. Dibalik terkenalnya merk air minum dalam kemasan tersebut, ada sosok cerdas yang mencetuskannya, orang itu bernama Tirto Utomo, pria kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 8 Maret 1930.

Awalnya, di tahun 1970-an, beliau bekerja di salah satu perusahaan milik BUMN. Saat itu, Pak Tirto ditugaskan untuk menjamu beberapa delegasi, yang datang dari perusahaan luar negeri. Namun salah seorang tamunya terkena diare, yang disebabkan oleh air minum yang disajikan. Rupanya, Mereka tak terbiasa mengonsumsi air minum yang direbus.

Dari kejadian tersebut, Pak Tirto berinisiatif membuka perusahaan air minum dalam kemasan, yang disterilkan. Salah seorang adiknya yang bernama Slamet Utomo, diminta untuk magang di Polaris, yakni sebuah perusahaan air minum dalam kemasan, yang telah berkembang selama 16 tahun di Thailand. Maka tak heran jika di awal-awal, produksinya cukup mirip dengan produk Polaris.

Pada tahun 1973, Pak Tirto membuka pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi. Awalnya, air minum kemasan yang diproduksinya bernama Puritas. Namun, salah seorang konsultannya mengusulkan sebuah nama, yang mudah diingat, dan cukup menggambarkan produk air minum, nama tersebut ialah Aqua.

Aqua mulai dipasarkan, dengan menggunakan kemasan botol kaca, berukuran 950ml seharga Rp75. Meskipun saat itu Aqua tak punya pesaing, namun daya belinya masih sangat rendah, telebih dengan harganya yang terbilang mahal di masa itu. Cibiran pun datang dari beberapa orang. Masyarakat masih enggan untuk mengeluarkan uang hanya untuk membeli air putih saja.

Saat itu, produk Aqua diarahkan pada market kelas menengah ke atas. Mulai dari rumah tangga, restoran hingga perkantoran. Dengan mengubah konsep distribusi door to door, membuat penjualan Aqua perlahan mulai membaik. Dengan upaya dan usaha kerasnya, strategi marketing yang dilakukan pihak Aqua, mulai masuk diberbagai kalangan masyarakat.

Di tahun 1981, kemasan Aqua, telah berganti dari yang awalnya hanya botol kaca, menjadi kemasan berbahan plastik (Polyethylene Terephthalate), dan menjadikannya berbagai varian kemasan yang harganya relatif terjangkau. Aqua pun semakin berkembang dengan pesat. Sejak 1987, Aqua mulai diekspor ke berbagai negara. (Singapura, Malaysia, Fillipina, Australia, Maldives, Fuji, Timur Tengah dan Afrika)

Seperti itulah perjuangan pak tirto, mendirikan perusahaan air minum dalam kemasan. Berkat kecerdasannya melihat peluang, serta kegigihannya untuk tetap berusaha, akhirnya ia mampu menjalaninya dengan konsisten, dan bisa menggapai angan angannya.


Berbagai prestasi dan penghargaan, mulai berdatangan dari dalam, maupun luar negeri. Pak Tirto Utomo, dinobatkan sebagai pelopor air minum dalam kemasan. Selain itu, Aqua pernah tercatat sebagai merk air minum dalam kemasan terbesar di Asia Pasifik, dan nomor dua terbesar di dunia.

Subscribe to receive free email updates: